Menghitung Ukuran Pompa Curtain Air / Head Pompa Kebakaran / Ukuran Pipa Header Suction & Delivery

Menghitung Ukuran Pompa Curtain Air:
- Sesuai dengan kebutuhan Curtain air, tekanan minimum yang diperlukan adalah 1,6 kg/cm² pada nosel terakhir tirai air.
- Total panjang jaringan pipa untuk tirai air dalam satu zona = 84 meter.
- Jarak antar Nosel Terbuka = 2,5 meter dari nosel ke nosel.
Perhitungan:
- Jumlah Nosel = Panjang Total Pipa / Jarak antar Nosel
- Jumlah Nosel = 84 / 2,5 = 34 Nosel.
- Aliran melalui setiap nosel Q = K x P (sesuai IS: 9972 / NFPA 13)
Di mana :
- Q = Aliran dalam LPM yang mengalir melalui nosel
- K = Faktor Nosel = 40 (sesuai pabrikan)
- P = Tekanan Total dalam Bar pada aliran Q = 1,6 bar
- Aliran melalui setiap nosel Q = K x P = 40 x 1,6 = 64 LPM
- Total aliran yang dibutuhkan = Jumlah Nosel x Aliran per Nosel
- Total aliran yang dibutuhkan = 34 x 64 = 2176 LPM atau 130,56 m³/jam
- Kapasitas pompa tirai air maksimum yang dibutuhkan = 2280 LPM atau 137 m³/jam.
Menghitung Head Pompa Air:
- Kebutuhan head untuk pompa kebakaran telah ditentukan sebagai berikut:
- Sesuai dengan kebutuhan tirai air, tekanan minimum yang diperlukan adalah 1,6 kg/cm² di nosel terakhir tirai air.
Perhitungan Total Panjang Pipa:
- Panjang Vertikal Pipa dari Ruang Mesin ke tirai air terjauh = 10 meter
- Panjang Horizontal Pipa dari Ruang Mesin ke tirai air terjauh = 50 meter
- Total panjang pipa dari Ruang Mesin ke tirai air terjauh = 50 + 10 = 60 meter
- Panjang Pipa Setara karena Fitting @ 10% = 6 meter
- Total Panjang Pipa = 65 meter
Menghitung Head Residual:
- Head Residual yang dibutuhkan = Tekanan Minimum di Titik Terakhir
- Head Residual yang dibutuhkan = 1,6 kg/cm² = 1,6 x 10 = 16 meter
Menghitung Kehilangan Head di Pipa:
- Kehilangan Head dalam bar (sesuai rumus Hazen-Williams) (H) = (6,05 x 10⁵ x Q⁸⁵ x L) / (C¹.⁸⁵ x D⁴.⁸⁷
Di mana
- L = Panjang pipa dalam meter
- Q = Debit dalam LPM
- C = Koefisien kekasaran Hazen-Williams
- D = Diameter pipa dalam mm
- H = Kehilangan head dalam bar
Koefisien Kekasaran untuk Bahan Pipa:
- Besi Cor (tidak dilapisi) = 100 hingga 120
- Besi Cor (dilapisi) = 130
- Besi Ductile (lapisan semen) = 140
- Baja (baru) = 140
- Baja (tergalvani) = 120
- Tembaga = 140 hingga 150
- PVC dan Plastik = 140 hingga 150
- Asbes Semen = 140 hingga 150
- Beton = 100 hingga 140
- Logam Bergelombang = 60 hingga 150
- Baja Rangkai = 90 hingga 110
- Tanah Liat Terbakar = 110 hingga 140
Perhitungan Head Loss:
- L = 65 m, Q = 1280 LPM, C = 120 (sesuai tabel), D = 150 mm
- Kehilangan Head (H) = 6,05 x 10⁵ x 2280⁸⁵ x 65 / 120¹.⁸⁵ x 150⁴.⁸⁷
- Kehilangan Head dalam bar (H) = 0,23 bar atau 2 meter
Menghitung Total Head Pompa Tirai Air:
- Total Head Pompa = Head Statis (Vertikal) + Head Residual + Kehilangan Head di Pipa
- Total Head Pompa = 10 + 16 + 2 = 28 meter
- Total Head Pompa = 30 meter
Menghitung Head Pompa Hydrant:
Kebutuhan head untuk pompa kebakaran ditentukan sebagai berikut:
Sesuai dengan aturan NBC, tekanan minimum yang diperlukan adalah 3,5 kg/cm² pada Hydrant Kebakaran tertinggi.
Menghitung Total Panjang Pipa:
- Panjang Vertikal Pipa dari Ruang Mesin ke Hydrant Kebakaran terjauh = 64 meter
- Panjang Horizontal Pipa dari Ruang Mesin ke Hydrant Kebakaran terjauh = 80 meter
- Total panjang pipa dari Ruang Mesin ke Hydrant Kebakaran terjauh = 64 + 80 = 144 meter
- Panjang Pipa Setara karena Fitting @ 10% = 158,4 meter
- Total Panjang Pipa = 159 meter
Menghitung Head Residual:
- Head Residual yang dibutuhkan = Tekanan Minimum di Titik Terakhir
- Head Residual yang dibutuhkan = 3,5 kg/cm² = 35 meter
Menghitung Kehilangan Head di Pipa:
- L = 159 m, Q = 2850 LPM, C = 120 (sesuai tabel), D = 150 mm
- Kehilangan Head dalam bar (H) = 6,05 x 10⁵ x 2850⁸⁵ x 159 / 120¹.⁸⁵ x 150⁴.⁸⁷
- Kehilangan Head dalam bar (H) = 0,85 bar atau 9 meter
Menghitung Total Head Pompa Hydrant:
- Total Head Pompa = Head Statis (Vertikal) + Head Residual + Kehilangan Head di Pipa
- Total Head Pompa = 64 + 35 + 9 = 108 meter
- Total Head Pompa = 110 meter
Menghitung Ukuran Header Suction Bersama:
Ada 4 Pompa yang terhubung ke Suction Header di Ruang Pompa:
- Pompa Hydrant = 1 unit
- Pompa Sprinkler = 1 unit
- Pompa Tirai Air = 1 unit
- Pompa Jockey = 1 unit
Perhitungan Flow Rate untuk setiap pompa:
- Flow rate pompa Hydrant = 2850 LPM = 171 m³/jam = 0,0475 m³/detik
- Flow rate pompa Sprinkler = 2850 LPM = 171 m³/jam = 0,0475 m³/detik
- Flow rate pompa Tirai Air = 2280 LPM = 136,8 m³/jam = 0,0377 m³/detik
- Flow rate pompa Jockey = 180 LPM = 10,8 m³/jam = 0,003 m³/detik
Total Flow Rate (Q):
- Q = (0,0475 × 1) + (0,0475 × 1) + (0,0377 × 1) + (0,003 × 1) = 0,1357 m³/detik
- Jumlah pipa Suction yang dibutuhkan = 2 unit
- Total Flow Rate (Q) per pipa = 0,1357 / 2 = 0,0675 m³/detik
Menghitung Diameter Pipa Suction:
- Kecepatan air (V) = 1,5 m/detik
- Diameter Pipa = √(4Q / πV)
- Diameter Pipa = √(4 × 0,0675 / π × 1,5) = 0,239 meter = 239 mm
- Ukuran Pipa = 250 mm, 2 unit
Menghitung Ukuran Header Delivery Bersama:
- Pompa Hydrant = 1 unit
- Pompa Sprinkler = 1 unit
- Pompa Tirai Air = 1 unit
- Pompa Jockey = 1 unit
Perhitungan Flow Rate untuk setiap pompa dan diameter pipa:
- Diameter pipa Delivery Bersama = 250 mm, 1 unit
Jika Anda membutuhkan penjelasan lebih lanjut, silakan beri tahu saya!




