Instalasi fotovoltaik (PV)
Untuk memahami instalasi fotovoltaik (PV) dan komponen-komponennya, kita harus mengenal istilah-istilah berikut:
1. Kondisi Uji Standar (STC)
Output dari modul PV tidak stabil, bergantung pada radiasi, suhu, dll. Oleh karena itu, kita membutuhkan kondisi tetap untuk membandingkannya, menentukan ukuran, dan mendesain instalasi kita. Kondisi ini disebut sebagai kondisi uji standar (STC) :
a) Intensitas radiasi yang mengenai permukaan modul PV: 1000W/m²
Kami menganggap bahwa daya keluaran modul adalah titik pada kurva IV yang membentuk area terbesar. Seperti yang dapat kita lihat, iradiasi paling berpengaruh terhadap arus.
b) Suhu sel: 25°C
Kami menganggap bahwa daya keluaran modul adalah titik pada kurva IV yang membentuk area terbesar. Seperti yang kita perhatikan, tegangan keluaran modul PV sebagian besar bergantung pada suhunya.
c) Massa Udara: 1,5
Massa Udara adalah panjang lintasan yang ditempuh cahaya melalui atmosfer yang dinormalisasi ke panjang lintasan terpendek yang mungkin (yaitu, ketika matahari berada tepat di atas kepala, AM=1).
Massa Udara didefinisikan sebagai:
AM = 1 / cos(Θ)
2. Modul PV
Semua lembar data menyertakan data karakteristik kelistrikan dalam STC. Misalnya:
3. Modul PV String dan Array
Rangkaian listrik yang terdiri dari modul PV merupakan rangkaian seri . Contoh rangkaian seri adalah sebagai berikut:
Dengan asumsi bahwa output modul PV kita pada STC adalah: Imp 7A, Vmp 30V, 210W. Jika kita mengukur pada titik 1 dan 2, kita akan menemukan: 7A dan 540V (18 modul PV x 30V) dan kita mendapatkan 3,78kW.
Contoh Array (string paralel)
Jika kita mengukur pada titik 3 dan 4, kita akan menemukan: 14A dan 540V (18 modul PV x 30V) dan kita mendapatkan 7,56kW. Dengan mempertimbangkan hal di atas, Anda dapat memahami Diagram Garis Tunggal (SLD) terlampir dari pembangkit listrik 2MW.




