Penerangan di fasilitas industri
Ada banyak peluang untuk mengoptimalkan sistem pencahayaan di (hampir) semua fasilitas industri .
Berikut tujuh peluang praktis untuk meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi penggunaan energi secara hemat biaya:
1. Kontrol pencahayaan
Lampu dapat dimatikan di luar jam kerja dengan kontrol otomatis , seperti sensor hunian yang mematikan lampu ketika suatu ruangan menjadi kosong. Kontrol manual juga dapat digunakan sebagai tambahan kontrol otomatis untuk menghemat energi tambahan di area yang lebih kecil.
Periode pengembalian investasi untuk sistem kontrol pencahayaan umumnya kurang dari 2 tahun .
2. Mengganti tabung T-12 dengan tabung T-8
Di industri, biasanya digunakan tabung T-12 . T-12 mengacu pada diameter dalam kelipatan 1/8 inci (T-12 berarti tabung berdiameter 12/8 inci atau 3,8 cm). Output awal lampu ini tinggi, tetapi konsumsi energinya juga tinggi .
Mengganti lampu T-12 dengan lampu T-8 akan meningkatkan efisiensi lampu T-12 hingga hampir dua kali lipat , sehingga menghemat listrik .
3. Ganti lampu merkuri dengan lampu metal halida atau lampu natrium tekanan tinggi
Jika reproduksi warna sangat penting, lampu metal halida dapat menggantikan lampu merkuri atau fluoresen dengan penghematan energi hingga 50%. Jika reproduksi warna tidak terlalu penting , lampu natrium tekanan tinggi menawarkan penghematan energi 50 hingga 60% dibandingkan dengan lampu merkuri.
4. Ganti lampu metal halide (HID) dengan lampu fluoresen intensitas tinggi.
Pencahayaan HID tradisional dapat digantikan dengan pencahayaan fluoresen intensitas tinggi (HIF) . Sistem baru ini menggabungkan lampu fluoresen efisiensi tinggi, ballast elektronik, dan perlengkapan efisiensi tinggi yang memaksimalkan output ke tempat kerja.
Keunggulan sistem baru ini adalah:
- Konsumsi energinya lebih rendah,
- Penurunan lumen yang lebih rendah selama masa pakai lampu,
- Opsi peredupan yang lebih baik ,
- Proses memulai lebih cepat,
- Reproduksi warna yang lebih baik,
- Tingkat lumen pupil yang lebih tinggi dan silau yang lebih rendah.
Selain penghematan energi dan kualitas pencahayaan yang lebih baik, lampu neon intensitas tinggi dapat membantu mengurangi biaya perawatan .
5. Ganti ballast magnetik dengan ballast elektronik
Ballast adalah mekanisme yang mengatur jumlah listrik yang dibutuhkan untuk menyalakan lampu dan mempertahankan keluaran cahaya yang stabil.
” Ballast elektronik menghemat penggunaan listrik sebesar 12 – 25% dibandingkan dengan ballast magnetik “
6. Optimalisasi pencahayaan tanaman (Optimasi Lux)
Di departemen produksi dan non-produksi
Di banyak pabrik, sistem pencahayaan tidak dirancang khusus untuk proses tersebut. Terdapat standar lux untuk setiap jenis proses tekstil.
Sebagai contoh, dalam proses pemintalan kapas , tingkat pencahayaan (lux) yang dibutuhkan di ruang peniupan harus jauh lebih rendah daripada di bagian mesin pemintal. Jika pencahayaan yang diberikan lebih tinggi dari standar (lux yang dibutuhkan) untuk bagian produksi mana pun, hal ini akan mengakibatkan pemborosan listrik.
Oleh karena itu, para insinyur pabrik harus mengoptimalkan sistem pencahayaan berdasarkan standar lux spesifik untuk setiap tahapan proses .
7. Pemanfaatan optimal sinar matahari alami
Banyak pabrik tidak memanfaatkan sinar matahari alami secara optimal . Selain mengoptimalkan ukuran jendela, lembaran transparan dapat dipasang di atap agar lebih banyak sinar matahari dapat masuk ke area produksi.
Hal ini dapat mengurangi kebutuhan penerangan di siang hari.



